Pendeta dan Topeng

Judul ini bagi sebagian orang pasti dianggap kontroversial.

Hari minggu kemarin, 30 Oktober 2016, saya mengikuti ibadah sore. Pak pendeta yang membawakan firman ngomong tentang “Membuka Topeng”. Menarik ketika beliau bercerita tentang bagaimana manusia suka menggunakan topeng atau “berpura-pura” sehingga dinilai baik oleh sesamanya. Saya tertarik ketika pak pendeta menyebut bahwa semua manusia termasuk pendeta di dalamnya menggunakan topeng. Ini majleb, kalo kata orang jawa😀

Tidak banyak pendeta yang berani jujur dalam hidup. Banyak juga yang menggunakan topeng. Pengalaman hidup saya membenarkan hal tersebut. Continue reading “Pendeta dan Topeng”

Merindu untuk menyapa…

Ada 3 jurnal yang harus kuselesaikan dalam waktu mepet. Tapi entah mengapa, jemari ini lebih mudah menari di atas tulisan curhat daripada tulisan ilmiah :p Otak seakan susah diajak berpikir yang ilmiah. Ah sudahlah, lebih baik kita nulis aja apa yang ada di kepala saat ini. Biar suatu saat nanti akan jadi secuil sejarah😉

_________________

Biasanya saya malas melangkahkan kaki untuk ngangkot. Lebih sering menjadi manja dengan hanya menginjak kopling, rem dan gas. Pagi ini saya memutuskan untuk naik angkot ke kampus. 

Masih ada 2 pilihan, mau ngangkot sampai depan kampus dengan syarat naik angkotnya 2 kali (istilah kerennya “oper”) atau naik angkot sekali tetapi harus jalan sekitar 200 meter. Pilihan saya jatuh yang kedua.

Continue reading “Merindu untuk menyapa…”