FreshFromMyMind

…Tiga hal yang terlupakan…

Keseharian saya selalu dilengkapi dengan 3 hal utama ini. Tiga hal ini tidak boleh sampai kelupaan. Kalau sampai kelupaan, ‘kelar hidup gue!’.

Tiga hal itu adalah dompet, kunci (ruangan, rumah, dsb), dan HP.

Namun, sebenarnya 3 hal paling utama yang tidak boleh dilupakan adalah kata “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih”. Bagi saya, melupakan ketiga hal ini berarti kehilangan jati diri.

MAAFKAN SAYA….

Seringkali ketika melakukan kesalahan, kita disibukkan dengan berbagai alasan sebagai tameng diri sehingga kita lupa untuk jujur mengakui kesalahan. Kata “mohon maaf” menjadi sesuatu yang sangat sukar untuk keluar dari mulut kita. Kita lebih sibuk untuk mencari seribu satu alasan, atas segala kesalahan yang kita lakukan; entah sengaja ataupun tidak. Kalimat seperti “Maaf ya, tapi itu karena…”, “Maaf, mohon dimaklumi karena….”atau “Maaf, sebenarnya….” lebih sering terdengar daripada kalimat “Mohon maaf atas kesalahan saya… saya mengakui segala keteledoran saya”, “Mohon maaf, saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi apabila masih diberi kesempatan” atau “Mohon maaf…”. Pengakuan salah, menunjukkan bahwa kita pribadi yang tak luput dari salah. Hal ini juga mengakui keterbatasan kita. Mengaku salah adalah perbuatan jujur. Sudahkah kita?

TOLONG

Kata ini lebih jarang terdengar. Ketika kita meminta bantuan teman atau saudara, lebih banyak kita menggunakan kalimat perintah. “Ambilkan itu!”, “Jangan lupa nanti harus begini dan begitu!”, “Buatkan itu!”, dsb. Orang lain kita tempatkan dalam posisi sebagai pembantu atau bawahan. Kita ‘bersabda’, maka segalanya harus terjadi seperti keinginan kita. Memang terkadang kita merasa pantas, karena sedang menjabat sebagai pimpinan atau bos kepada bawahan. Selaku dosen terhadap mahasiswa. Atau kita dengan pembantu di rumah. Kita lupa, tanpa bantuan mereka kita pasti kesulitan. Setiap kita pasti butuh pertolongan orang lain, oleh karenanya jangan lupa mengucapkan “tolong” sebagai bentuk penghargaan kita terhadap setiap bantuan orang lain.

TERIMA KASIH

Kata ini sederhana, namun kita sering lupa mengucapkan. Ada salah satu kebiasaan orang di Jepang, apabila mereka menyeberang di zebra cross kemudian ada kendaraan yang berhenti maka mereka akan membungkukan badan pertanda mengucapkan terima kasih. Kata “terima kasih” seharusnya menjadi rutinitas yang tidak boleh kita anggap biasa. Satu ungkapan terima kasih bisa sangat bermakna buat orang lain, karena ini dianggap sebagai wujud diri menghargai orang lain.

 

Kalau 3 hal seperti dompet, kunci, dan HP tidak kita lupakan maka 3 hal penting lainnya; “mohon maaf”, “tolong”, dan “terima kasih” jangan sampai kita lupakan…

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s