(mudah) menyerah

#curcol

Jadi beberapa hari yang lalu saya mengadakan tes untuk kelas pemrograman. Salah satu matkul yang dianggap “momok” bagi kebanyakan anak TI 🙂
Tes dilaksanakan pukul 2PM dan sejak jam 11AM hujan deras sudah turun. Saya menuju kampus, tapi mampir dulu untuk FC perbanyak soal tes, maklum di kampus PLN wafat 😦
Sampai di kampus basah tapi harus masuk kelas 😀 Ternyata yang senasib dengan saya banyak. Ada mahasiswa yang sampai baju dan celananya kering di badan. Sorry guys.

Di virtual classroom yang saya buat ternyata ada mahasiswa yang komentar begini:

Maaf saya tidak sampai dikelas =D
Karena hujan lebat saat menuju kampus, sesampenya ditengah jalan saya sudah basah kuyup (maklum cuma ada motor untuk transportasi dan enggak ada mantel) enggak etis juga klo di kampus basah kuyup. Semoga saya dan teman teman yg bernasib sama diberi kesempatan untuk TES susulan 🙂

Saya balas, begini:

Dear mas bro …….. (saya kasi titik-titik aja ya) :p
1. Kalo sudah tahu akan hujan kenapa tidak berangkat lebih awal?
2. Ada banyak cara untuk melindungi diri ketika hujan walaupun tidak punya mantel. Saya rasa saya tidak perlu mengajarkan hal itu kepadamu; kan sudah MAHASISWA not SISWA anymore!
3. Semua diawali dari niat (keinginan). Saya rasa kamu terlalu gampang untuk menyerah. Sorry to say, but that’s the truth! Ada juga mahasiswa yang sampai ke kelas dengan posisi basah kuyup, anehnya dia dapat full score untuk tes kemarin. Saya juga kehujanan karena harus fotocopy soal tes berhubung PLN padam di kampus.

Saya juga bingung kok bisa ada pandangan “tidak etis” di kampus basah kuyup?
Saya sering berangkat kampus untuk ngajar dan basah kuyup, pakaian saya dan sepatu saya masukin ke dalam tas plastik. Sampai di kampus, tinggal masuk ke toilet ganti baju trus masuk ngajar. Kenapa saya melakukan hal “bodoh” spt itu? Entahlah, sampai sekarang saya tidak tahu knp hrs melakukan hal tsb. Satu hal yang saya tahu, itu hal yang baik dan harus dilakukan 🙂

Anyway, itu sudah terjadi. Semoga jadi bahan pelajaran buatmu. Saya pendidik, bukan sekedar pengajar jadi minta maaf tidak akan ada tes susulan buat kawan2 yang tidak berangkat kecuali sakit, itupun harus ada surat sakit dari poliklinik kampus. Ini sesuai kesepakatan kita di awal kelas dulu.

Semoga sukses 🙂

Ternyata banyak yang (mudah) menyerah…..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s