Pendeta dan Topeng

Judul ini bagi sebagian orang pasti dianggap kontroversial.

Hari minggu kemarin, 30 Oktober 2016, saya mengikuti ibadah sore. Pak pendeta yang membawakan firman ngomong tentang “Membuka Topeng”. Menarik ketika beliau bercerita tentang bagaimana manusia suka menggunakan topeng atau “berpura-pura” sehingga dinilai baik oleh sesamanya. Saya tertarik ketika pak pendeta menyebut bahwa semua manusia termasuk pendeta di dalamnya menggunakan topeng. Ini majleb, kalo kata orang jawa😀

Tidak banyak pendeta yang berani jujur dalam hidup. Banyak juga yang menggunakan topeng. Pengalaman hidup saya membenarkan hal tersebut.

Saya pernah mengenal pendeta yang baik dalam bertutur-kata dan sangat sopan, tapi mendapatinya mencuri uang jemaat. Tragis bukan?

Pernah juga mendapati pendeta yang berkhotbah “Kita selaku pelayan harus mengunjungi jemaat-jemaat, supaya tahu permasalahan mereka!”, kenyataannya saya tahu betul pendeta tersebut tidak pernah mengunjungi jemaat, apalagi jemaat yang terpencil. Miris kan?

Ada pula pendeta yang berkhotbah, “Anak Tuhan harus berani untuk memberi persepuluhan yang merupakan bagian Tuhan!”, tapi pak pendeta tersebut tidak pernah memberikan persembahan persepuluhan. Ironis bukan?

Ada juga pendeta yang berkhotbah sambil menangis, kemudian setelah turun mimbar ngomong di belakang, “Saya pura-pura nangis aja dan mereka semua percaya tentang penderitaan saya” sambil tertawa lebar. What the!

Dan masih banyak lagi……

Saya tahu, tidak semua pendeta seperti itu. Banyak yang benar-benar baik dan tulus dalam pengabdian pelayanannya. Papa saya pernah bilang, “Kalau hidup jujur sebagai pelayanan Tuhan itu indah. Pendeta tidak akan kaya, gajinya pas-pasan. Kalau mau kaya jangan hidup sebagai pendeta. Karena menjadi pendeta itu panggilan berat. Tapi apabila kita hidup sebagai pelayanan Tuhan yang jujur, kita tidak pernah kekurangan dan selalu berkecukupan”.

Dulu saya sempat diskusi ngawur dengan seorang teman. “Setujukah kamu kalau seorang pendeta gendut?” tanya saya. Kami bertukar pendapat lama sekali. Sampai akhirnya dia terdiam ketika saya bilang, “kalau pendetanya gendut, tetapi di jemaatnya ada yang sangat-sangat miskin bukankah itu sebuah ironi?”. Anyway, itu bukan bermaksud mengatakan pendeta tidak boleh gendut loh🙂

Kembali ke topik, pendeta dan topeng.

Saya masih beranggapan banyak juga pendeta yang bertopeng. Menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk bersembunyi dari kebobrokan pribadi. Hal ini seakan dibantu dan diamini dengan pola pikir jemaat bahwa pendeta selalu benar! Jika pendeta berbuat salah, ingatlah pendeta selalu benar. Tanpa sadar jemaat memperlakukan pendeta seperti TUHAN. Fatal bukan?

Berapa banyak gereja yang keuangannya tidak pernah di-share ke jemaat? Katanya, keuangan gereja untuk pekerjaan TUHAN jadi jemaat gak perlu tahu. What?

Berapa banyak gereja yang pendetanya sesuka hati mengambil persembahan dan tetap didiamkan oleh majelis jemaatnya? Mau tegur pendetanya gak berani. Mereka lebih takut pendeta daripada TUHAN. Banyak jemaat yang tidak mau membuka aib dari pendetanya karena merasa itu adalah hal yang tabu. Pendeta bersalah, dimaklumi.

Beberapa hari yang lalu saya sempat nonton film yang membuka aib para pastur karena pelecehan seksual. Dalam film tersebut terlihat jelas bahwa semua orang takut untuk jujur. Karena agama dan para petingginya dianggap = TUHAN. Film ini diangkat dari kisah nyata.

Kita suka lupa, atau pura-pura lupa, bahwa TUHAN lah yang kita sembah, bukan pendeta.

Ini bukan khotbah, hanya tulisan sederhana saya. Sebagai sejarah, bahwa saya pernah mengkritik secara terbuka kepada siapapun para pendeta yang suka memakai topeng dengan kedok Firman Tuhan dan pelayanan.

Buat pendeta-pendeta yang hidup sesuai Firman Tuhan, semoga TUHAN memberkati hidup dan pelayanan Bpk/Ibu sampai saatnya kembali ke sorga.

 

Ruang kerja, Salatiga, 31 Oktober 2016 4:30PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s