Balada mahasiswa yang sukanya sembah sujud sama nilai! :p

“Kasihan teman kak… makanya saya berikan contekan”.

Itu penuturan yang jujur dari salah satu mahasiswa yang saya usir keluar karena kedapatan memberi contekan kepada temannya. Iya, penuturan yang jujur tapi tetap saja salah. Agak lucu juga sih, dia kasihan sama temannya tapi gak kasihan sama dirinya sendiri. Tapi saya salut sama dia, karena benar-benar niat! Kok bisa niat?  karena dia ngikut mlaku-mlaku bareng dengan saya yang mau kembali ke kantor sambil tetap memohon dan menunjukkan mimik sedih, padahal jarak ruang kelas ke kantor hampir 200 meter! Sepanjang jalan dia tetap memohon!

“Kak, tolonglah saya…” imbuhnya.
“Apa yang harus saya tolong?” tanya saya.
“Ya…terserah kak saja, kasi tugas gitu kak?” pintanya, lagi.
“Tugas untuk apa lagi?” saya tetap bersikukuh.
“Yaa terserah tugasnya apa kak yang penting nilai saya tidak 0. Kan saya bantu teman kak. Kasihan teman saya itu.. Jadi mohon dikasihani” ujarnya.

Saya berhenti, melihat ke arahnya sambil bertanya:

“Kamu paham aturan nomor 2 dan 3 yang ada di kertas soal tadi?”
“Iya kak”
“Apa yang tertulis di situ?”
“Dilarang menyontek atau memberi contekan”
“Ya sudah, kamu tahu kamu salahnya dimana?”
“Tahu kak.”
“Oke, terima kasih kalo kamu tahu kesalahan kamu berarti sekarang kamu harus siap menanggung akibatnya ya…”
“Aduh kak jangan gitulah…”
“Bro, kamu baik sekali mau nemani saya jalan kembali ke kantor. Tapi walaupun nanti sampai di kantor, jawaban saya tetap sama. Terima kasih dan maafkan saya” jawab saya sambil tetap senyum, mencoba tetap ramah kepada mahasiswa tersebut.
Dia berhenti mengikuti saya dan kemudian berpaling, mungkin pulang, mungkin nangis di suatu tempat. Entahlah.

Mahasiswa tersebut baru setahun kuliah dan sudah gemar melakukan contek menyontek. Mungkin itu ‘kelebihan’ yang sudah ada dari jaman SD.

Menariknya, dalam satu minggu ini fenomena contek menyontek terjadi di tiga kelas berbeda yang saya ampu. Kalo di total ada 7 mahasiswa yang saya beri ‘hadiah’ nilai TAS = 0. Modusnya juga macam-macam.
Ada yang pura-pura melihat HP padahal bbm-an dengan teman lain untuk meminta jawaban. Untuk mahasiswa ini, dia benar-benar apes! Duduk di dekat pintu. Saya tidak melihat saat dia melakukan kecurangan tersebut. Tapi ada seorang mahasiswa dari progdi lain di luar kelas yang melihat hal tersebut kemudian memberitahu saya lewat bbm.

“Kak, yang paling belakang keren… Contekannya di bbm. wkwkw”

Saya langsung menuju ke anak tersebut. Dia panik, bingung. Saya hanya senyum. Selamat mas bro, nilai TASmu 0. Fenomena ini menarik. Yang bbm itu angkatan lebih tua.


20150806_174235[1]

Ada juga angkatan yang jauh lebih tua dengan gaya nyontek yang keren. Ngeluarin HPnya yang punya kamera bagus, foto jawaban temannya di depan dengan cara zoom in! Hahaahaaa… Selamat mas bro, kalian yang sudah angkatan tua pun tetap kuberikan hadiah nilai TAS = 0.

Entahlah sampai kapan hal ini terjadi. Saya capek ngingatin tentang penting mana nilai atau ilmu? Atau coba mengarahkan supaya mahasiswa tidak hanya terpaku pada aksara kemudian memilih cara-cara curang. Sorry to say, tapi saya tidak bisa mentolerir kecurangan-kecurangan seperti itu. Mau marah, mau jengkel, mau maki-maki sama saya; silahkan. Gak usah coba suap saya, itu gak akan mempan, karena saya bukan pelacur akademik.


Usul saya, jangan pernah ambil matakuliah saya kalau perilaku seperti itu belum berubah.
Katanya kuliah di SATYA WACANA, tapi kok tidak begitu perilakunya? Malu dong sama hati nurani😉

5 thoughts on “Balada mahasiswa yang sukanya sembah sujud sama nilai! :p

  1. Nah setuju kakak Evangs, kalau boleh ngomong ni, saya juga agak risih dengan hal2 itu sendiri, walau saya juga pernah jadi mahasiswa. Tapi kadang kak, hal seperti ini juga bisa terjadi dari karena beberapa hal. Bukan hanya karna niat mahasiswa nya saja yg menyontek, tapi karna ada beberapa dosen yang bahkan memberi kesempatan dengan pura2 tidak tahu kalau ada yg menyontek. Dari pengalaman saya kuliah sih, masih jarang dosen yang seperti ini, yang dengan tegas memberi nilai 0 pada mahasiswa. Apa mungkin dosen2 di UKSW sangatlah baik, bahkan saya pernah mengikuti satu matakuliah yang sama sekali saya tidak mengerti itu apa, dan nilai TAS saya hanya 40 dari 100 tapi hasil di SIASAT muncul nilai A. Apakah mungkin ada dosen2 yg sengaja berbaik hati atau cuma2 memberi nilai A hanya untuk sekedar disenangi/populer di kalangan mahasiswa??

    Maaf ikut2 nimbrung.
    lanjutkan kakak. GBU🙂

      1. Dunia kerja ya ada asik ada enggaknya. Tambah pengalaman lah. Semangat kakak dalam mendidik anak bangsa..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s