Pilihan saya jatuh pada…

Waktu untuk kampanye sudah selesai. Dilarang untuk kampanye!😀
Maksud dan tujuan tulisan ini bukan kampanye, saya hanya pingin nulis alasan saya kenapa memilih beliau untuk menjadi presiden RI selanjutnya. Ini jadi jawaban saya buat teman-teman yang selama ini bertanya, sebenarnya kamu dukung siapa?
Alasan lain kenapa menulis tentang ini? Ah, saya hanya pingin biar ini jadi sejarah yang bisa saya ingat besok-besok😀

Janji saya dulu bakal bicara pilpres kalo sudah waktunya. Dan ini waktunya, ketika detik-detik pilpres memasuki injury time. Jujur, saya lebih suka bicara Piala Dunia ketimbang Pilpres.

Saya sampai heran pilpres kali ini benar-benar menyita perhatian. Ada teman-teman yang menjadi fans berat yang menjurus ke fanatik! untuk mendukung masing2 kandidat. Kalo sudah fanatik malah bahaya, kelebihan kandidat sebelah sudah pasti tidak terlihat lagi. Yang ada hanya keburukan, keburukan, dan keburukan. Dan akhirnya terjerumus ke saling serang dengan kata-kata. Lebih parah lagi ada yang unfriend. Weleh weleh….

Kampanye hitam bertaburan, sampai terkadang bingung melihat berita mana yang benar dan mana yang tidak.

Saat pak Jokowi dulu memutuskan untuk maju sebagai capres saya termasuk salah satu yang kurang setuju. Pendapat saya mungkin sama seperti yang lain; tugas beliau sebagai Gubernur DKI belum tuntas. Namun kemudian saya merenung, kalau bukan beliau siapa lagi? Kan cuma 2 capres di pilpres kali ini.

Sejujurnya dalam lubuk hati saya yang terdalam, saya lebih suka kalau AHOK yang maju sebagai capres. Tapi seperti kata2nya Butet dalam acara Sentilan-Sentilun, kesalahan AHOK itu cuma 2; sudah Cina, Kristen lagi! Hal itu merupakan tamparan keras buat kita sebagai bangsa yang katanya merdeka tetapi tidak😦

Saat Jokowi diduetkan dengan JK saya agak bimbang. Maklum saya merasa masih banyak pilihan yang bisa diduetkan dengan pak Jokowi. Saya sebenarnya juga suka Prabowo sebagai sosok yang tegas, bahkan saya ngelike fan page beliau di pesbuk😀 Namun untuk kali ini saya tidak bisa menjatuhkan pilihan saya kepada beliau.

Kemarin malam saya bicara via telpon dengan orang tua saya. Kami terlibat perbincangan hangat tentang jagoan di Piala Dunia 2014. Dimulai dengan saling membanggakan tim jagoan masing-masing dan memaksa yang lain untuk mendukung tim kesayangan pribadi. Kami sampai pada ujung obrolan tentang Piala Dunia dan tetap tidak bisa menjadi satu pilihan. Papa saya tetap menjagokan Brazil dan saya lebih memilih Jerman. Namun begitu topik dialihkan ke pilpres, kami ternyata satu pendapat🙂

Ibu saya bertanya mengapa saya menjatuhkan pilihan ke No.2?

Alasannya sederhana, karena orang-orang (partai) pendukungnya. Yang memihak ke Jokowi menurut saya lebih banyak yang jujur daripada yang memihak ke Prabowo. Ya, hanya itu. Hanya itu alasan saya. Tidak perlu saya bahas detail, saya rasa teman-teman tahu sendirilah.

Saya setuju, tidak ada orang yang suci! Baik Pak Jokowi-JK, maupun pak Prabowo-Hatta, tidak ada satu pun yang luput dari kesalahan di masa lampau. Tapi sejujurnya hati nurani saya lebih condong untuk mendukung Jokowi.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk memaksa siapa pun mengikuti pilihan saya. Ini cuma jawaban saya buat semua teman yang bertanya dan (mungkin) masih bertanya-tanya siapa pilihan saya untuk pilpres kali ini.

Selamat memilih!

One thought on “Pilihan saya jatuh pada…

  1. Pak jokowi emang yang kelihatannya paling mantap diantara ke 2 nya ya pak.. hehe..
    Juga tak ketinggalan pendamping setianya pak Ahok’pun juga mantap (y)
    Semoga indonesia bisa semakin maju kalau pemimpinnya seperti mereka”🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s