Ketika Sang Juara berbicara….

Masih segar diingatan kita beberapa hari yang lalu lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan di Guangzhou – China dalam Kejuaran Dunia Bulutangkis, ketika pasangan ganda campuran dan ganda putra kebanggan kita menyabet juara 1. Bahkan Presiden RI memberikan apresiasi dengan mengadakan jumpa pers untuk menyelamati para pahlawan dari dunia tepak bulu ini. SBY bahkan mengatakan ini kado yang paling indah untuk menyambut Dirgahayu Indonesia ke-68. Selain itu SBY juga sempat menyindir olahraga lain (mungkin sepakbola) 8-Oyang tidak pernah berbicara banyak di kancah internasional dikarenakan pengurusnya tidak sehati. Hahahaaa….

Hendra menjawab “Saya cuma bilang ayo kawan, ini baru 20 belum 21! Kita masih bisa!”

Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir keluar sebagai  juara dunia 2013 setelah mengalahkan pasangan Cina, Xu Chen/Ma Jin 21-13, 16-21, 22-20 dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 14 menit. Sedangkan pasangan ganda putra, Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan keluar sebagai juara dunia ganda putra setelah  mengalahkan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen 21-13, 23-21.

1Bagi Liliyana Natsir yang biasa disapa Butet, ini adalah gelar juara dunia ke tiga setelah pada tahun 2005 dan 2007 pernah menjadi pemenang kejuaraan dunia bersama Nova Widianto. Sedangkan bagi Tontowi yang biasa disapa Owi ini adalah gelar juara dunianya yang pertama. Sama halnya dengan Liliana, bagi Hendra Setiawan ini bukanlah gelar juara dunia yang pertama baginya melainkan yang ke-2 setelah sebelumnya pernah meraihnya bersama Markis Kido, sedangkan untuk Ahsan ini merupakan juara dunia pertamanya.

2Yang menarik sebenarnya bukan gaya SBY memberi selamat atau pak menteri pemuda dan olahraga yang berjanji akan kasi bonus 8-). Yang menarik adalah penuturan dari para atlit ini ketika di wawancara oleh Metro TV semalam.

 “Pada set 3, pertandingan berlangsung semakin alot dan mereka (pasangan Cina) sempat unggul Game Point 20-18. Saat itulah saya bilang ke Owi, ayo jangan nyerah! Tunjukan mental juara!” kata Liliana sambil tersenyum ke arah Tontowi.

Ternyata kata penyemangat dari senior ini mampu membangkitkan semangat, akhirnya Owi dan Butet mengunci pasangan Cina di angka 20 dengan memaksa Deuce sampai akhirnya berhasil memenangkan pertandingan 22-20.

Lain lagi ceritanya di ganda putra. Setelah menguasai game pertama, pada game kedua pasangan Denmark mulai bangkit dengan berani menyerang dan hasilnya kejar-kejaran angka berlangsung seru. Pasangan Denmark bahkan sempat memimpin hingga 20-18, tetapi Hendra Setiawan dan M.Ahsan tetap tenang dan hasilnya berhasil memaksa deuce sampai akhirnya menuntaskan pertandingan dengan skor 23-21.

Ketika pembawa acara bertanya kepada Hendra selaku pemain senior, apa yang dibisikannya kepada juniornya Ahsan ketika posisi hampir kalah? Hendra menjawab dengan gaya santainya “Saya cuma bilang ayo kawan, ini baru 20 belum 21! Kita masih bisa!”

3Untuk semua hal yang sedang kita hadapi atau kita kerjakan, sebesar dan sesulit apapun itu, JANGAN MENYERAH! seperti kata Hendra Setiawan, ini belum akhir kawan… AYO KITA BISA!😉

 

Selamat para pahlawan Indonesia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s