From Bali with love….

Kegiatan 2 minggu yang lalu di pulau Dewata, nampaknya sayang kalo dilewatkan dan tidak diabadikan lewat tulisan😉

Cerita ini bermula sekitar akhir bulan Desember tahun lalu, dimana saya dan teman-teman bersepakat untuk membentuk sebuah paduan suara kecil untuk mengikuti 2nd Bali International Choir Festival. Tim kecil ini diberi nama Terra Incognita yang mempunyai arti Daerah Yang Tak Terjamah. Filosofi kami sederhana, dengan bernyanyi bersama kami berharap bisa menyentuh daerah tak terjamah dari semua orang yang mendengar kami bernyanyi. Bahasa sederhananya dengan bernyanyi kami berharap bisa menyentuh hati terdalam dari semua pendengar😀

Festival di Bali ini memang sangat menguras isi kantong! Mulai dari biaya pendaftaran, biaya transportasi, biaya nginap, dsb.😦

Kami bersepakat untuk menggalang dana dengan beragam cara, mulai dari jualan kaos, jualan makanan, mengamen, juga memohon dukungan dana dari beberapa gereja baik di Salatiga, Semarang, maupun Bali lewat pelayanan pujian saat kebaktian😀 Syukurlah semua biaya bisa tercukupi dan bahkan kami berkelebihan… lumayan buat jaga-jaga kalo ada pengeluaran tak terduga😉

Sabtu subuh, 20 Juni 2013, kami meluncur menuju Bali dengan modal keberanian untuk mengikuti 3 kategori sekaligus, Sakra, Gospel, dan Pop-Jazz. Kepergian kami lumayan sedih, mengingat kami harus meninggalkan salah satu anggota kami yang memang spesialis solois yang sedang hamil 7,5 bulan (my beloved wife)😀yohi

Di kategori Sacra, (untuk sebagian orang kategori ini dianggap aneh karena lagu-lagunya horor dan seram! maklum dibawakan dengan gaya klasik dan tidak semua orang bisa menikmatinya), kami membawakan lagu O Vos Omnes dan The Conversion of Saul. Memang sih, lagunya rada seram….hehehe….. 8-O

Pada kategori gospel (sebagian orang menganggap ini kategori menarik karena bernyanyi dengan gaya afro-amerika atau bahasa kerennya negro!), kami membawakan lagu John The Revelator dan Look What Dey Doin To Jesus!😉

Sedangkan pada kategori Pop-Jazz (ini kategori yang oleh sebagian orang dianggap mudah untuk dipahami), kami membawakan lagu Honey Pie dan Nightingale Sang in Berkeley Square 😀

Kami berlatih dibawah arahan pelatih fenomenal, Bagus Gangsar Wibisono 

pelatihPelatih Paduan Suara juga Voli Pantai😉

 

practice

Berlatih dulu….

Kalo kata Syahrini, alhamdulilah ya…. kami berhasil mendapatkan hasil memuaskan dari ke-3 kategori tersebut, yaitu medali emas! dengan peringkat 1 untuk kategori Sacra, peringkat 2 untuk kategori Gospel dan juga untuk kategori Pop-Jazz.

Karena keberhasilan kami meraih medali emas dengan nilai di atas 84, maka kami dihubungi oleh pihak panitia dan diminta untuk melanjutkan lomba ke tahap Championship. Di tahap ini sudah ada beberapa paduan suara yang menunggu kami untuk berkompetisi. Para peserta di Championship adalah mereka yang pernah mengikuti lomba tingkat Internasional yang setara dengan BICF dan berhasil meraih medali emas! Diantaranya ada PSM UNIMA yang sudah sangat sering mengikuti event paduan suara tingkat Internasional.

1Wajah-wajah bahagia😀

Ketika memasuki Championship, untuk kategori Sacra dan Gospel digabungkan. Kami mendapat medali emas dan meraih peringkat ke-3 di bawah PSM UNIMA Manado sebagai juara ke-2 dan PSM Artha Wacana Kupang yang meraih peringkat ke-1. Sedangkan untuk kategori pop dan jazz kami berhasil meraih medali emas dan peringkat ke-1 serta berhak mendapatkan hadiah 10 juta rupiah! Hehehee….lumayan buat makan2😉

Selesai pengumuman hasil lomba, oleh pihak panitia kami diWAJIBkan mengikuti Grand Champion yaitu lomba yang hanya diikuti oleh semua juara 1 untuk setiap kategori. Sayang sekali hal tersebut baru diberitahukan panitia ketika semua kostum kami sudah bercampur dengan baju kotor di dalam koper! Maklum, sebelumnya kami berencana setelah pengumuman akan langsung makan malam bareng Ery (salah satu anggota Terra Incognita yang suaranya jos!) untuk merayakan kelulusannya. Ery baru saja di wisuda hari Sabtu, ketika kami berangkat ke Bali. Demi memeriahkan acara, kami tetap tampil walaupun suara beberapa anggota sudah mulai hilang dikarenakan dari hari pertama (Minggu) sampai di Bali hingga hari terakhir (Jumat) selalu bernyanyi! Termasuk saya juga sih…. Hahahahaa….😀

Ganti baju pun super-duper unik, karena kami melakukannya di tempat parkir bis!

gantiii

Yang penting happy!😉

Di Grand Prix (Grand Champion) ini yang keluar sebagai juara adalah PSM UNDANA dari kupang, mereka bernyanyi sambil berjoget! Kereeen abis..maklum mereka merupakan juara di kategori Folklore atau yang sering dikenal sebagai kategori lagu-lagu daerah. 

Ini memang sesuatu yang sulit dipercaya… Tim ini dibentuk kurang dari 6 bulan, baru mengikuti lomba tingkat Internasional untuk pertama kali dan berhasil membawa pulang total 5 medali emas! Bahkan ada salah satu juri yang tak percaya kalo ini adalah event internasional pertama kami! Beliau meminta kami untuk mengikuti event internasional lagi… Saya sih mau aja pak, tapi dananya yang susah untuk dicari pak! Hehehheee….😀

withtaubanteng

Pose dengan salah satu juri penggemar kami😀

Tim ini benar-benar unik! Kebersamaannya sangat terasa, bahkan untuk tidur pun begitu mesra :D mesranyaaa

Main puzzle bareng (ini sebenarnya punya anak kecil yang kami ambil secara paksa untuk kami kerjakan) 8-)

mainan anak kecil

Sebelum pulang, kami ditraktir oleh keluarga yang menampung kami selama di Bali untuk makan bersama

dinnerbareng makanbanya

 

 

 

Semoga keluarga tersebut tidak menyesal telah mentraktir kami, maklum kami menghabiskan (sangat) banyak makanan! Dari foto-foto di atas sudah terlihat sangat jelas, siapa yang paling banyak makannya!😀

Senangnya kami sepanjang perjalanan, karena ternyata di antara kami ada juga yang bisa dijadikan SECURITY!

premanSie Keamanan a.k.a HANSIP #eh

Selain keunikan tersebut, ternyata selama kegiatan ada banyak rasa _ _ _ _ _ yang tumbuh diantara kami…. (ichikhiwhir!)

cinlok! cinlokk

 

Semoga saja berlanjut ya temaaannn……😉

Yang tak mungkin kulupakan dari tim ini adalah kebiasaan unik mereka, yaitu TOLONG POTOIN GUE DONG!!!

bancikamera

CANON beta dooo….

jazz pora

Bergaya Vintage Clothing

poseeee

CANON beta doooo….

Satu lagi yang tak mungkin dipisahkan dari pulau DEWATA, kalau tidak bisa bawa patung-patungnya yang indah, setidaknya bawa yang mirip! 

ev-simong

Mirip?

Ini ceritaku kawan, sebelum semuanya terlupakan, setidaknya kucoba untuk menulisnya…biar ini akan menjadi cerita indah di kemudian hari ketika tak dapat berjumpa lagi😉

 Thanks GOD, for this amazing journey with all beloved Terra’s🙂

 

From Bali With Love,

 

Evy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s