Membentuk Pola Pikir Indonesia!

Mengisi liburan panjang ini, saya jadi teringat sambutan Prof. Moh. Nuh, Menteri Pendidikan yang disampaikan saat membuka kegiatan Seminar Internasional “Membangun Budaya Perdamaian Melalui Pendidikan di Indonesia” di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, pada 29 Mei 2013 lalu.

Menurut beliau, terdapat 5 hal penting dalam membangun pola pikir (mindset) untuk mewujudkan perdamaian:

Pertama, Disiplin!

Pola pikir yang didasarkan pada satu disiplin ilmu atau satu disiplin pengetahuan. Contoh: Orang yang belajar Ekonomi maka pola pikirnya menjadi untung – rugi atau orang hukum yang pola pikirnya menjadi hal ini benar atau salah.

Kedua, Sensitizing Mind!

Pola pikir yang menggabungkan disiplin ilmu yang satu dengan yang lain. Contoh: NARKOBA! Tidak dapat hanya ditangani oleh hukum harus juga dengan pendekatan disiplin ilmu lain.

Ketiga, Creative Mind!

Berpikir atau pola pikir yang keluar dari kebiasaan atau out of box! Berpikir kreatif tidak mungkin sama! Konsekuensi dari adanya Creative Mind adalah adanya PERBEDAAN!

Keempat, Respectful Mind!

Pola pikir yang menghargai dan menghormati. Ilustrasinya adalah mata, telinga, dan anggota tubuh lain sama pentingnya. Tidak ada yang lebih penting karena semua saling membutuhkan dan mengerjakan bagiannya masing-masing. Misalkan tangan ya bisa digunakan untuk berjalan tetapi fungsinya bukan untuk berjalan😉 Prinsipnya, diversity bukan uniformnity!

Kelima dan terakhir, Ethical Mind!

Pola pikir yang didasarkan pada pemahaman tentang etika yang berlaku. Sebagai contoh, menggunakan kaos singlet untuk keluar rumah di beberapa daerah di Indonesia masih dianggap saru atau menggunakan tusuk gigi tanpa menutup dengan tangan. Lebih lanjut beliau memaparkan, kesantunan sosial adalah modal perdamaian.

Menutup sambutan beliau, dipaparkan sebuah ilustrasi tentang CAHAYA!

Warna putih akan tercipta apabila semua spektrum ada! Masih ingat mejikuhibiniu? Nah, untuk menghasilkan warna putih, semua spektrum seperti merah, hijau, kuning, dan spektrum-spektrum lainnya harus ada. Apabila ada salah satu spektrum yang tidak digabungkan maka hasil yang muncul bukanlah CAHAYA PUTIH! Ini sama seperti Indonesia. Bukan Indonesia namanya apabila tidak ada Kristen, Islam, Budha, dan agama-agama lainnya. Bukan Indonesia pula apabila tidak ada etnis Madura, Jawa, Kalimantan, dan etnis-etnis lainnya.

Selamat memaknai Indonesia!

logo

sumber gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s