Mengenang 17-an waktu kecil dulu…

Ternate…

Ketika saya bilang TERNATE, angan kebanyakan orang pasti tertuju pada kota Ternate dan Tidore; pusat rempah-rempah yang menjadi tujuan utama Belanda datang ke Indonesia. Jadi ingat pelajaran PSPB waktu SD dulu, sekarang namanya mungkin sudah berubah.

Di kota kecil itu rasa cintaku pada Indonesia tumbuh.😀

Biasanya warga Ternate menyambut 3 hari yang benar-benar spesial. Yang pertama dan kedua sudah pasti hari raya keagamaan; Idul fitri juga Natal. Dan yang ketiga adalah 17 Agustus, ultah Indonesia.😎

Saya ingat betul semasa SD dulu, setiap 17 agustus selalu ada perlombaan baris-berbaris antar sekolah baik tingkat SD, SMP, dan SMA, bahkan instansi!

Baru memasuki bulan Februari saja, SD saya sudah menyeleksi anggota tim baris-berbaris. Jaman itu, merupakan sebuah kebanggaan apabila bisa termasuk di dalam tim baris-berbaris.

Saya mati-matian genjot fisik demi masuk tim baris-berbaris sekolah. Rela berpanas-panasan, rela kehausan, rela tahan lapar, demi latihan bersama tim sekolah. Nikmat rasanya ketika tanggal 15 Agustus (hari perlombaan baris-berbaris) dengan tim sekolah kami berkeliling kota Ternate dengan berbaris rapi layaknya pasukan TNI AD!
Dilihat berjuta pasang mata, disambut dengan tepuk tangan meriah seakan kami baru pulang dengan membawa kemenangan dari medan perang!

Lebih nikmat lagi, tim baris-berbaris kami mendapat juara 1.😀

Sejak itu, saya selalu ingin mengikuti perlombaan baris-berbaris. Sebenarnya bukan cuma baris-berbaris, tapi semua lomba yang berkaitan dengan 17 agustus pasti saya terlibat, tanpa paksaan. Bagi saya, itu seperti merayakan natal kedua.😯

Yang paling indah yang selalu saya kenang adalah ketika merayakan HUT Indonesia ke 50!
Kota Ternate seperti kota Las Vegas! Terang benderang😀 Semua warga diwajibkan mempercantik halaman dengan memasang lampu hias. Semua jalan dipenuhi lampu warna-warni sehingga ketika melintasinya seakan kita berada di dalam terowongan indah!

Kala masuk ke jenjang SMP, gairah saya untuk 17-an tetap tidak berubah. Saya bahkan diangkat sebagai komandan pleton baris-berbaris. SMP saya kala itu mengirim 2 tim baris-berbaris. Dan tim yang saya komandani berhasil keluar sebagai juara 1. Luuuuaaarrrr biasa!!! Rasanya seperti saya adalah komandan TNI AD berpangkat Jendral!

Sebenarnya, bukan juaranya yang saya banggakan tapi suasana 17-an itu sendiri.

Saya benar-benar rindu saat-saat seperti itu…😦

Ketika pindah ke tanah Jawa untuk melanjutkan studi, saya benar-benar kecewa. Di sekolah, jarang ada upacara senin. Bahkan tgl 17 agustus pun dirayakan ‘seadanya’.

Beda ketika masih di kampung. Semua orang percaya bahwa bendera Merah Putih adalah kebanggaan!

Setiap sore dimanapun ada bendera Merah Putih yang diturunkan, secara serentak dan tanpa perintah semua pejalan kaki maupun kendaraan bermotor akan berhenti dan hormat kepada Merah Putih. Selama di Jawa, tidak pernah saya temukan hal seperti itu kecuali di dalam kompleks TNI AD yonif 411, Salatiga.

Selamat ulang tahun negeriku…

Walau perayaan tahun ini lagi-lagi tidak semeriah ketika saya kecil dulu…

sumber gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s