…Merubah pola pikir…

Tugas lagi pak? Aarrrggghhh“, “Tugas Rancang lagi kak? Aarggghh“, mungkin inilah yang ada di benak mahasiswa saat dosen atau asisten dosen (kelas praktikum) memberikan tugas.

Hhhmmm.. saya mengalami hal ini ketika masih S1 dulu (bahkan tetap ngalamin sampe skrg!). Serasa dosen dan asisten tidak berprikemanusiaan!! Bayangkan saja pada saat-saat akhir  perkuliahan (biasanya 1 bulan terakhir) hampir semua asdos memberikan yang namanya TR alias Tugas Rancang, ini biasanya tugas yang kalo menurut ukuran mahasiswa termasuk bbuueeesssaaarrr dan SUSAH banget!!! Sudah gitu sebagai mahasiswa kita juga di tuntut untuk persiapan menghadapi TAS (Tes Akhir Semester).

Wwuuaaarrgggghhh…  serasa dunia kan kiamat! Huuffttt tugas inilah, tugas itulah, TR inilah, TR itulah, TAS inilah, TAS itulah..  Tak jarang mendekati akhir perkuliahan tampak jelas banyak teman saya yang kurang tidur dan kurang senyum 🙂

Sebenarnya hal ini mudah kok untuk di atasi (kalo menurut saya loh ya…)

Selama ini apabila kita menerima sebuah tugas atau TR atau menghadapi TAS selalu yang dibenak kita adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Betul tidak? Jarang ada mahasiswa yang ketika diberikan tugas berkata “Trimakasih pak” pasti yang muncul pertanyaan seperti di awal tulisan saya di atas.

Nah saatnya kita merubah pola pikir kita. Cobalah untuk memberi kesan “menyenangkan” untuk setiap tugas, TR, ataupun TAS. Bukankah kalo kita menyukai sesuatu kita pasti akan mengerjakannya? Meminjam kata2nya Rancho dalam film 3 idiots:  “Aal iz well… aal iz well..”, semua akan kita selesaikan satu persatu dengan senang hati tanpa terbeban dan merasa tertekan  🙂

Nantinya setelah kita mencoba untuk membuat tugas-tugas tersebut dan ternyata tidak berhasil, bukankah setidaknya kita sudah mencobanya dengan usaha kita sendiri tanpa merasa tertekan? 🙂

Selamat mencoba teman, ubahlah pola pikir kita untuk sesaat atau seterusnya 🙂

Semoga bermanfaat!

5 thoughts on “…Merubah pola pikir…

  1. Kak Evangs, Rancho bisa begitu karena dia memang suka engineering. Sementara temannya, si Farhan, sampai akhir filem pun tidak pernah bisa seperti Rancho karena dia memang tidak minat di engineering. Sampai kapanpun, kesan “menyenangkan” tidak akan pernah sama dengan menyenangkan itu sendiri, dan inilah dilema mahasiswa salah jurusan.

  2. Hehehee… stuju Sat!
    Makanya saya katakan “cobalah memberi kesan menyenangkan..” karena belum tentu hal tersebut menyenangkan (apalagi salah jurusan). Thanks for sharing-nya.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s