Archive
Jangan berempati berlebihan!
Vivanews pada tanggal 5 Agustus 2011 memuat berita tentang Bawa Bayi Jadi Pengemis Akan Dibui. Hhhmm… Bangsa ini selalu mengedepankan rasa empati dan toleransi berlebihan! Kenapa tidak bisa tegas?
Mari kita lihat beberapa kasus yang bisa dijadikan contoh.
Pengemis
Pernah melihat orang mengemis bukan? Pastinya sering, kalo di Indonesia mengemis sudah menjadi mata pencaharian
Kalau kita perhatikan, akhir-akhir ini pengemis semakin kreatif. Salah satunya dengan melibatkan anak-anak. Hahahaaa…
Tahu kenapa? Supaya pendapatan meningkat
Ketika melihat orang meminta-minta, pastinya kita tergerak karena wajah sedih mereka atau pakaian yang mereka gunakan. Lantas kita tanpa pikir panjang langsung memberikan Rp. 500 atau Rp 1.000
Saya bukan penjual KECAP!
Pagi tadi setelah pulang dari menikmati pemandangan indah di atas Telomoyo, saya mampir ke tempat pakde.
Kami terlibat asyik dalam diskusi dan sesekali berdebat sambil menikmati teh hangat dan beberapa potong kue. Mulai dari perihal Nazzarudin yang rame dibicarakan sampe hal-hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
Nah perihal pendidikan, pakde membuka dengan cerita jaman behula; kalo kata orang sekarang sejarah. “Kampus ini dulunya paling sedikit menerima mahasiswa karena memang seleksi masuk yang sangat selektif” begitu kata pakde.
Beliau berhenti sejenak, mengambil kembali sebatang rokok dan melanjutkan “Filosofi itu sama seperti mendidik.. Usahakan satu saja yang kau urus. Jangan terlalu banyak, supaya berkualitas!”
Mengenang 17-an waktu kecil dulu…
Ternate…
Ketika saya bilang TERNATE, angan kebanyakan orang pasti tertuju pada kota Ternate dan Tidore; pusat rempah-rempah yang menjadi tujuan utama Belanda datang ke Indonesia. Jadi ingat pelajaran PSPB waktu SD dulu, sekarang namanya mungkin sudah berubah.
Di kota kecil itu rasa cintaku pada Indonesia tumbuh. ![]()
Biasanya warga Ternate menyambut 3 hari yang benar-benar spesial. Yang pertama dan kedua sudah pasti hari raya keagamaan; Idul fitri juga Natal. Dan yang ketiga adalah 17 Agustus, ultah Indonesia. ![]()
CARI AMAN! (Refleksi Dirgahayu Indonesiaku!)
Sebelum menutup kelas HCI (Human Computer Interaction) sore itu, saya memberi tugas kepada mahasiswa/i.
“Kawan2, silahkan kritisi webblog saya. Berdasarkan apa yang telah kita pelajari bersama, kategorikanlah webblog saya termasuk baik atau buruk, dan jangan lupa berikan kritik – saran kalian. Dikumpulkan minggu depan!”
Hari itu saya pulang dengan perasaan bahagia karena saya tahu mereka akan ‘membantai‘ webblog saya. Saya sudah membayangkan akan sangat rame tulisan mereka karena yang dikritisi adalah webblog saya yang hancur ini. ![]()
Seminggu berlalu dan kami kembali bertemu di kelas.
Betapa kagetnya saya karena ternyata hampir 97% mengatakan webblog saya termasuk kategori ‘BAIK’. Whaattt? Tidak adakah orang jujur lagi di kelas ini?