Firsteva Selvi Mailoa!

27 September 2014 Leave a comment

Tepat setahun yang lalu….
Jumat, 27 September 2013 pukul 10AM, saya bersama istri cek kehamilan sang istri (bukan kehamilan saya tentunya) ke dokter Adi di RS DKT Salatiga. Disarankan pak dokter untuk segera mondok karena si kecil yang masih dalam perut mamanya sudah saatnya untuk lahir :) Karena istri saya ingin melahirkan di RS Bersalin Permata Bunda maka dibuatkanlah surat pengantar oleh pak dokter ke RS yang dimaksud.

Panik bercampur senang :) Saya panik karena sudah sejak 2 bulan terakhir memikirkan nama untuk si buah hati tapi belum juga nemu nama yang pas :( tetapi saya juga senang karena tak sabar melihat si cantik ini lahir :D

Kabar bahagia tentang akan lahirnya si cantik sampai juga kepada si opa dan oma (papa dan mama saya) yang nun jauh di Halmahera sana. Papa saya mengirim sms yang bunyinya “Mulailah bernyanyi memuji TUHAN menyambut kelahiran anakmu, anugerah dari TUHAN. Jangan berhenti bernyanyi sampai anakmu lahir! Jangan pernah berhenti memuji DIA!”. Semula saya pikir ayah saya mulai gila! Masa saya harus bernyanyi dari pagi hari? Tanda2 si kecil lahir saja belum ada. Dan seperti biasa, saya cuek bebek alias malas memikirkan sms dari papa saya tercinta.

Dari pagi sampe menjelang malam, istri hanya terbaring lemas di tempat tidur sambil mengeluh mules. Saya bingung dan pasrah. Maklum saya tidak bisa merasakan hal tersebut, jadi ya gak tahu seperti apa rasanya. Semakin sore semakin banyak orang berdatangan, baik teman nyanyi, para sahabat dan keluarga. Sampai jam 9PM tetap tidak ada tanda2 si kecil akan lahir. Satu persatu teman mulai berpamitan pulang sambil mendoakan istri saya yang sedang berjuang :)

Read more…

Categories: FreshFromMyMind

Sama-sama makan Nasi kan?

22 September 2014 Leave a comment

Sudah terlalu sering saya mendengar baik dari para elit akademisi maupun birokrat, baik itu Menteri Pendidikan sampai kepada jajaran bawahannya yang terhormat bahwa akan ada pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia. Namun buktinya? Apakah Papua bukan Indonesia? Kenapa Sumber Daya Alamnya digerus terus tapi Sumber Daya Manusianya seakan tetap dibuat tidak maju? Ah, terkadang saya suka ngomong: “Biarkan Papua Merdeka!”

“Di tempat kami bapak guru tuh dia datang satu minggu satu kali kaka!” itu kalimat yang keluar dari salah seorang mahasiswa dari Papua ketika kami ngobrol santai sambil jalan menuju ruangan saya, sehabis kelas matrikulasi.
“Misal hari ini dia su datang, nanti minggu depan lagi kalo bukan selasa berarti rabu baru dia datang ulang”, begitu tuturnya yang diamini teman-temannya yang lain dengan gaya khas mereka: “betul itu kaka!”.
Read more…

Categories: FreshFromMyMind

Pilihan saya jatuh pada…

Waktu untuk kampanye sudah selesai. Dilarang untuk kampanye! :D
Maksud dan tujuan tulisan ini bukan kampanye, saya hanya pingin nulis alasan saya kenapa memilih beliau untuk menjadi presiden RI selanjutnya. Ini jadi jawaban saya buat teman-teman yang selama ini bertanya, sebenarnya kamu dukung siapa?
Alasan lain kenapa menulis tentang ini? Ah, saya hanya pingin biar ini jadi sejarah yang bisa saya ingat besok-besok :D

Janji saya dulu bakal bicara pilpres kalo sudah waktunya. Dan ini waktunya, ketika detik-detik pilpres memasuki injury time. Jujur, saya lebih suka bicara Piala Dunia ketimbang Pilpres.

Saya sampai heran pilpres kali ini benar-benar menyita perhatian. Ada teman-teman yang menjadi fans berat yang menjurus ke fanatik! untuk mendukung masing2 kandidat. Kalo sudah fanatik malah bahaya, kelebihan kandidat sebelah sudah pasti tidak terlihat lagi. Yang ada hanya keburukan, keburukan, dan keburukan. Dan akhirnya terjerumus ke saling serang dengan kata-kata. Lebih parah lagi ada yang unfriend. Weleh weleh….

Read more…

Categories: FreshFromMyMind

Ketika aksara menjadi tujuan utama….

Kecewa bercampur emosi itu….ketika ngoreksi terus menemukan ada hasil Tugas Rancang yang sama persis!

Nah kalo ada yang sama berarti langsung kasi grade E! atau apa ya enaknya?

Saya coba share itu di pesbuk dan ternyata mendapat respon yang beragam. Sebagian besar minta supaya si mahasiswa baik yang nyontek maupun yang memberi contekan diberi nilai E! Itu artinya dia harus ngulang matakuliah tersebut :) Tetapi ada juga yang berpendapat dikasi nilai CD aja, supaya lebih terasa sesak di dada. Maklum untuk bisa lulus matakuliah harus nilai minimal C, nah kalo CD tuh kan nyaris jadi lebih terasa efeknya.

Alamak!

Pertanyaannya saya perluas, mengapa sampai si mahasiswa memilih untuk menyontek atau memberikan contekan? Saya mencoba melihat dari 3 aspek, si dosen, si pemberi contekan dan si tukang nyontek!

Read more…

Categories: FreshFromMyMind
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 560 other followers