Pilihan saya jatuh pada…

Waktu untuk kampanye sudah selesai. Dilarang untuk kampanye! :D
Maksud dan tujuan tulisan ini bukan kampanye, saya hanya pingin nulis alasan saya kenapa memilih beliau untuk menjadi presiden RI selanjutnya. Ini jadi jawaban saya buat teman-teman yang selama ini bertanya, sebenarnya kamu dukung siapa?
Alasan lain kenapa menulis tentang ini? Ah, saya hanya pingin biar ini jadi sejarah yang bisa saya ingat besok-besok :D

Janji saya dulu bakal bicara pilpres kalo sudah waktunya. Dan ini waktunya, ketika detik-detik pilpres memasuki injury time. Jujur, saya lebih suka bicara Piala Dunia ketimbang Pilpres.

Saya sampai heran pilpres kali ini benar-benar menyita perhatian. Ada teman-teman yang menjadi fans berat yang menjurus ke fanatik! untuk mendukung masing2 kandidat. Kalo sudah fanatik malah bahaya, kelebihan kandidat sebelah sudah pasti tidak terlihat lagi. Yang ada hanya keburukan, keburukan, dan keburukan. Dan akhirnya terjerumus ke saling serang dengan kata-kata. Lebih parah lagi ada yang unfriend. Weleh weleh….

Kampanye hitam bertaburan, sampai terkadang bingung melihat berita mana yang benar dan mana yang tidak.

Saat pak Jokowi dulu memutuskan untuk maju sebagai capres saya termasuk salah satu yang kurang setuju. Pendapat saya mungkin sama seperti yang lain; tugas beliau sebagai Gubernur DKI belum tuntas. Namun kemudian saya merenung, kalau bukan beliau siapa lagi? Kan cuma 2 capres di pilpres kali ini.

Sejujurnya dalam lubuk hati saya yang terdalam, saya lebih suka kalau AHOK yang maju sebagai capres. Tapi seperti kata2nya Butet dalam acara Sentilan-Sentilun, kesalahan AHOK itu cuma 2; sudah Cina, Kristen lagi! Hal itu merupakan tamparan keras buat kita sebagai bangsa yang katanya merdeka tetapi tidak :(

Saat Jokowi diduetkan dengan JK saya agak bimbang. Maklum saya merasa masih banyak pilihan yang bisa diduetkan dengan pak Jokowi. Saya sebenarnya juga suka Prabowo sebagai sosok yang tegas, bahkan saya ngelike fan page beliau di pesbuk :D Namun untuk kali ini saya tidak bisa menjatuhkan pilihan saya kepada beliau.

Kemarin malam saya bicara via telpon dengan orang tua saya. Kami terlibat perbincangan hangat tentang jagoan di Piala Dunia 2014. Dimulai dengan saling membanggakan tim jagoan masing-masing dan memaksa yang lain untuk mendukung tim kesayangan pribadi. Kami sampai pada ujung obrolan tentang Piala Dunia dan tetap tidak bisa menjadi satu pilihan. Papa saya tetap menjagokan Brazil dan saya lebih memilih Jerman. Namun begitu topik dialihkan ke pilpres, kami ternyata satu pendapat :)

Ibu saya bertanya mengapa saya menjatuhkan pilihan ke No.2?

Alasannya sederhana, karena orang-orang (partai) pendukungnya. Yang memihak ke Jokowi menurut saya lebih banyak yang jujur daripada yang memihak ke Prabowo. Ya, hanya itu. Hanya itu alasan saya. Tidak perlu saya bahas detail, saya rasa teman-teman tahu sendirilah.

Saya setuju, tidak ada orang yang suci! Baik Pak Jokowi-JK, maupun pak Prabowo-Hatta, tidak ada satu pun yang luput dari kesalahan di masa lampau. Tapi sejujurnya hati nurani saya lebih condong untuk mendukung Jokowi.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk memaksa siapa pun mengikuti pilihan saya. Ini cuma jawaban saya buat semua teman yang bertanya dan (mungkin) masih bertanya-tanya siapa pilihan saya untuk pilpres kali ini.

Selamat memilih!

Categories: FreshFromMyMind

Ketika aksara menjadi tujuan utama….

Kecewa bercampur emosi itu….ketika ngoreksi terus menemukan ada hasil Tugas Rancang yang sama persis!

Nah kalo ada yang sama berarti langsung kasi grade E! atau apa ya enaknya?

Saya coba share itu di pesbuk dan ternyata mendapat respon yang beragam. Sebagian besar minta supaya si mahasiswa baik yang nyontek maupun yang memberi contekan diberi nilai E! Itu artinya dia harus ngulang matakuliah tersebut :) Tetapi ada juga yang berpendapat dikasi nilai CD aja, supaya lebih terasa sesak di dada. Maklum untuk bisa lulus matakuliah harus nilai minimal C, nah kalo CD tuh kan nyaris jadi lebih terasa efeknya.

Alamak!

Pertanyaannya saya perluas, mengapa sampai si mahasiswa memilih untuk menyontek atau memberikan contekan? Saya mencoba melihat dari 3 aspek, si dosen, si pemberi contekan dan si tukang nyontek!

Read more…

Categories: FreshFromMyMind

(Memilih) Menjadi Provokator Perdamaian

31 December 2013 Leave a comment

Beberapa minggu sebelum perayaan Natal 25 Desember 2013, ada beberapa berita kurang baik seperti akan terjadinya serangan teroris pada malam natal. Berita lain yang cukup mencengangkan adalah munculnya berbagai spanduk yang berisi tentang larangan bagi umat muslim untuk mengucapkan Selamat Hari Natal.

1
Gambar di atas menjadi trend topic diberbagai media sosial. Sontak saja terjadi saling tuduh dan curiga diantara umat beragama. Banyak kawan saya di media sosial men-share spanduk tersebut. Saya memilih untuk tidak. Secara pribadi, saya menilai berita tersebut hanya dijadikan provokasi oleh beberapa oknum agar umat beragama di negara Pancasila ini terpecah.

Syukurlah tepat pada tanggal 25 Desember 2013, ada berbagai berita menarik terkait pengamanan perayaan Natal oleh para pemuda masjid di Ambon, Maluku.

Read more…

Kelas SPK –> Topik: AHP

27 November 2013 Leave a comment

Kawan2 silahkan unduh materi yang tadi saya ajarkan di sini. Sedangkan untuk Excelnya silahkan ambil di sini.
Dipelajari kemudian dikerjakan tugasnya ya :)

Tugas:
1. Bentuklah kelompok maksimal 2 mahasiswa dalam satu kelompok.
2. Buatlah soal dan penyelesaiannya dengan AHP.
3. Ketentuannya, kriteria yang dinilai minimal 3! Contoh: Tingkat ketampanan, dll.
4. Banyaknya subjek yang dinilai minimal 4 orang dosen FTI-UKSW, kecuali saya tentunya (sesuai kesepakatan di kelas) :)
5. Tugas dikerjakan dan dikumpulkan dalam bentuk RAR. Isinya word untuk penjelasan dan excel untuk perhitungannya.
6. Tugas dikumpulkan paling terakhir hari Sabtu, 30 November 2013.
7. Tugas dikirimkan ke evmailoa@gmail.com dengan subject: Tugas SPK – AHP.

Selamat mengerjakan,

Tete Manis sayang ;)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 552 other followers